
Allahumma inni dlaifun faqawwinii wa innii dzaliilun fa a izzanii wa inni faqiirun fa aghninii yaa arhamaraahimiin
Allaahummaghfir lii knathii’atii wa jahlii wa israafi amri wa maa anta a’lamu bihi minnii..
(Doa Minta Petunjuk)
Hening,, Tenang,, Sunyi,,,
“Kau kan pergi?”
“Iya.”
“Kemana?”
“Suatu tempat.”
“Boleh R ikut?”
“Maaf, tp aku tak bisa.”
“Kenapa?”
“Aku tak mau membuatmu suatu hari nanti menangis.”
“R janji tak kan menangis, asal kau izinkan R denganmu”
“Maaf, tp tetap tak bisa.
Aku lebih ingin berserah diri saja,
Aku sadar penyakitku ini parah
Aku ingin istirahat
Aku ingin mengurus pesantren
Setiap pagi aku ingin membersihkan makam kedua orang tua ku
Mudah-mudahan kau bisa paham.”
“R tak paham”.
“Aku yakin pasti ada yg lebih baik dari yang kau harapkan selama ini.
Aku dan santri berdo’a untuk kebahagiaan mu, insya Alloh aku ikhlas .”
“….”
“Maafkan aku ya,,
Mudah-mudahan maaf yang ikhlas dari R, obat buat sakit ku, Amiin.”
“Amiin.
Aku sudah berusaha menawarkan untuk mendampingimu,
Tp melangkah tanpaku menjadi pilihanmu,
Baiklah jika itu yg terbaik untuk mu
Jika itu kebahagiaanmu, maka pergilah.
Aku tak kan menahanmu lagi.”
“Selamat Jalan Pangeran,,,,”
(24 Mei 2009-24 Desember 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar