Butir-Butir Kokoh

Tuhan tak kan membiarkan benar bercampur dengan dusta
Tangkai kokoh itu semakin merunduk menatap tanah
Seiring dengan volume sang biji yg semakin berisi,,
Terombang-ambing angin ke kanan dan ke kiri
Menerima cengkraman sang biji yg takut jatuh tertiup angin
Dengan sabar sang pahlawan mengatur pengairan
Menunggu sang padi bertumbuh dewasa
Mengawasi sang padi dari burung, belalang, hama,,
Melindungi sang padi dengan Pestisida
Seorang petani tak kan membiarkan
padi yg berkualitas baik bercampur dengan yg jelek
Ada butir-butir yg terlepas sebelum dewasa
tak tahan menahan kencang angin,,
sebagian lagi sakit karena terserang hama
Hanya butir2 kokohlah yg tetap berpegang pada tangkainya
Sampai waktu panen itu tiba
Diperlukan ujian
Dengan perintah dan larangan,
Sang biji masih harus tahan menerima pukulan
Dibanting pada sepapan kayu berlubang
Dijemur di bawah sinar matahari langsung
Digiling pada mesin pengubah padi menjadi beras..
dan cobaan
Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Tak semua biji dapat mengikuti proses
Ada yg tertinggal di sawah,,
Ada yg terjatuh dari karung
Ada yg di makan burung atau ayam ketika di jemur
Ada yg tertinggal di mesin penggilingan beras
Ada yg hanyut terbilas air ketika di cuci
Ada yg menempel di panci ketika di masak
Untuk membedakan mana yg baik dan mana yg jelek
Untuk melihat mana yg bersungguh-sungguh dan sabar.
Hingga nasi yg benar-benar kokoh dan terbaiklah
Yang berhasil masuk ke dalam perut kita.
Tuhan pun hanya ingin yg terbaik dan kokohlah
yg boleh masuk ke dalam surga-Nya,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar