Sore itu,,,
jalan yg pertama ku lewati dengan marun,,
ramai,,
gelap,,
jalur cepat,,
Selasa, 26 Januari 2010
Kamis, 21 Januari 2010
Siapa Aku
Senin, 18 Januari 2010
Cermin Hati
Kamis, 14 Januari 2010
Butir-Butir Kokoh

Tuhan tak kan membiarkan benar bercampur dengan dusta
Tangkai kokoh itu semakin merunduk menatap tanah
Seiring dengan volume sang biji yg semakin berisi,,
Terombang-ambing angin ke kanan dan ke kiri
Menerima cengkraman sang biji yg takut jatuh tertiup angin
Dengan sabar sang pahlawan mengatur pengairan
Menunggu sang padi bertumbuh dewasa
Mengawasi sang padi dari burung, belalang, hama,,
Melindungi sang padi dengan Pestisida
Seorang petani tak kan membiarkan
padi yg berkualitas baik bercampur dengan yg jelek
Ada butir-butir yg terlepas sebelum dewasa
tak tahan menahan kencang angin,,
sebagian lagi sakit karena terserang hama
Hanya butir2 kokohlah yg tetap berpegang pada tangkainya
Sampai waktu panen itu tiba
Diperlukan ujian
Dengan perintah dan larangan,
Sang biji masih harus tahan menerima pukulan
Dibanting pada sepapan kayu berlubang
Dijemur di bawah sinar matahari langsung
Digiling pada mesin pengubah padi menjadi beras..
dan cobaan
Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Tak semua biji dapat mengikuti proses
Ada yg tertinggal di sawah,,
Ada yg terjatuh dari karung
Ada yg di makan burung atau ayam ketika di jemur
Ada yg tertinggal di mesin penggilingan beras
Ada yg hanyut terbilas air ketika di cuci
Ada yg menempel di panci ketika di masak
Untuk membedakan mana yg baik dan mana yg jelek
Untuk melihat mana yg bersungguh-sungguh dan sabar.
Hingga nasi yg benar-benar kokoh dan terbaiklah
Yang berhasil masuk ke dalam perut kita.
Tuhan pun hanya ingin yg terbaik dan kokohlah
yg boleh masuk ke dalam surga-Nya,,,
Dibawah Traffic Light

Aku masih terjebak disini
Dalam kemacetan kota ini
“Jam 8 malam” ucapku lirih.
“Apa sih yg ku cari hingga selarut ini?” tanyaku dalam hati
Kulirikkan mataku ke kanan,,,
Ehm,, enak ya klo naik Kijang
nggak kehujanan
Ehm,, enak ya klo naik Kuda
nggak kedinginan
Bebek, Tiger,
yang bergigi atau pun yang tak bergigi
Saling berebut jalan
egois muncul sebelum toleransi itu mampir
Ehm,,, Aku seolah seperti orang kurang beruntung saat itu,,,
Harus bekerja hingga larut malam,
Dan terpaksa setia berada diantrean kemacetan
Tepatnya berada dibelakang kijang mewah itu
Tanpa ku tau persis apa sebenarnya yang ku cari hari ini
Ku alihkan pandangan ku ke kiri
Kali ini,
Napas ku seolah berhenti sejenak
dadaku bergetar
hatiku menangis
dua balita sedang berlarian di atas separator jalan
sedang apa mereka disitu?
sudahkah sepotong kue masuk dlm perutnya?
sudahkah setetes air membasahi kerongkongannya?
bukannya ini waktunya mereka tidur?
dimana orang tuanya?
dimana rumah mereka?
tak ada kah kain tebal yang melindunginya dari angin malam?
Detik itu pula Aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung
Aku masih punya pakaian,
Perutku masih kenyang,
Kerongkonganku masih basah,
Ada alamat yang bisa ku tuju untuk pulang
Dan pastinya ada keluarga yang mencintaiku disana
Dengan Nikmat yang selama ini telah Aku dapatkan, alangkah sombongnya Aku, Jika Aku tidak bersyukur pada-Nya.
Barang siapa yang bersyukur
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri
dan barang siapa yang ingkar
maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.
-Untuk Marun-
Adakah aku di hatimu

Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan cita bersama
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
T’lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T’lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
‘Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu….
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
-Untuk Pangeran-
(Inspiration by a Sherina's Song)
Kamis, 07 Januari 2010
Cermin tak pernah berdusta

Kemana kah diriku ini berakhir
Di surga atau kah di neraka
Apakah diriku ini kan bercahaya bersinar di surga-Mu
Menatap penuh rindu
Apakah diriku ini kan hangus legam
Terbakar dalam nyala di neraka membara
Sungguh berbeda yang nampak dan tersembunyi
Hanya kepalsuan yang menipu topeng belaka
Tubuh ini
Hati yang merajai diri
Tlah bersalah hamba melangkah
Cermin tak pernah berdusta
Yang indah topeng semata
Ya Alloh aku malu telah tertipu
Ampuni hamba sebelum akhir waktu
Selamatkan Aku
Amin..
nama-Mu

Ku menatap dalam hening
Tiada yang bisa ku lihat
Selain hanya nama-Mu ya Alloh
Esok atau kah nanti
Ampuni semua salahku
Lindungi aku dari segala fitnah
Kau tempat ku meminta
Kau beriku bahagia jadikan aku selamanya
Hamba- Mu yang selalu bertakwa.
Saat kau limpahkan karunia-Mu
Dalam sunyi aku bersujud
-Afgan’s Song-
“Selamat Jalan Pangeran,,,,”

Allahumma inni dlaifun faqawwinii wa innii dzaliilun fa a izzanii wa inni faqiirun fa aghninii yaa arhamaraahimiin
Allaahummaghfir lii knathii’atii wa jahlii wa israafi amri wa maa anta a’lamu bihi minnii..
(Doa Minta Petunjuk)
Hening,, Tenang,, Sunyi,,,
“Kau kan pergi?”
“Iya.”
“Kemana?”
“Suatu tempat.”
“Boleh R ikut?”
“Maaf, tp aku tak bisa.”
“Kenapa?”
“Aku tak mau membuatmu suatu hari nanti menangis.”
“R janji tak kan menangis, asal kau izinkan R denganmu”
“Maaf, tp tetap tak bisa.
Aku lebih ingin berserah diri saja,
Aku sadar penyakitku ini parah
Aku ingin istirahat
Aku ingin mengurus pesantren
Setiap pagi aku ingin membersihkan makam kedua orang tua ku
Mudah-mudahan kau bisa paham.”
“R tak paham”.
“Aku yakin pasti ada yg lebih baik dari yang kau harapkan selama ini.
Aku dan santri berdo’a untuk kebahagiaan mu, insya Alloh aku ikhlas .”
“….”
“Maafkan aku ya,,
Mudah-mudahan maaf yang ikhlas dari R, obat buat sakit ku, Amiin.”
“Amiin.
Aku sudah berusaha menawarkan untuk mendampingimu,
Tp melangkah tanpaku menjadi pilihanmu,
Baiklah jika itu yg terbaik untuk mu
Jika itu kebahagiaanmu, maka pergilah.
Aku tak kan menahanmu lagi.”
“Selamat Jalan Pangeran,,,,”
(24 Mei 2009-24 Desember 2009)
Langganan:
Postingan (Atom)

